//
you're reading...
Sejarah Amerika

ENEMUAN DAN PENAKLUKAN AMERIKA LATIN OLEH BANGSA BARAT


PENEMUAN DAN PENAKLUKAN AMERIKA LATIN OLEH BANGSA BARAT (SPANYOL DAN PORTUGIS)

Perlu diketahui, sebut “Latin” Pada Amerika Latin berarti “Latium” merupakan rumpun bangsa Romawi termasuk rumpun bangsa-bangsa Portugis, Spanyol, Italia, Inggris serta bangsa-bangsa Eropa lainnya. Amerika Latin mendapat banyak pengaruh dari bangsa-bangsa Eropa, baik politik maupun kebudayaan. Sebagian besar negara Amerika Latin merupakan daerah kekuasaan Spanyol dan Portugis. Namun pada dasarnya Amerika Latin tidak hanya dipengaruhi politik dan kebudayaan Spanyol dan Portugis saja, tetapi juga oleh Inggris, Perancis, Belanda dan Amerika Serikat ( Mukmin, 1981 : 11).
Para penjelajah Eropa mengadakan pelayaran dengan kepentingan pribadi maupun ditugaskan oleh pemerintahnya. Pada dasarnya penjajahan bangsa Barat di Amerika Latin mempunyai persamaan yaitu menemukan daerah-daerah baru kemudian dikuasai dan dijadikan koloni ( Mukmin, 1981 : 24). Perkembangan dunia pelayaran dan kebutuhan akan daerah baru baik untuk keperluan ekonomi maupun politik mendorong bangsa Eropa untuk mencari daerah kekuasaan. Khusus daerah Amerika Latin, merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam terutama bahan tambang yang sangat menggiurkan bangsa Eropa.

A. Spanyol
Politik penjajahan Spanyol di Amerika Latin pada umumnya didasarkan atas alasan, tujuan dan cara sebagai berikut (Mukmin, 1981: 23) :
a. Mengeksploitasi kekayaan setempat terutama bahan tambang emas, perak dan permata, baik sebagai bahan baku industri maupun sebagai cadangan kekayaan Spanyol;
b. Negara-negara jajahan sebagai media untuk memperkuat perdagangan dunia atau sebagai market forces yang baru;
c. Mencari tenaga kerja murah bagi kepentingan ekonominya, antara lain dengan system perbudakan dan pemerasan;
d. Menyebarkan political image Spanyol sebagai kekuatan dunia yang perlu diperhitungkan, baik kawan maupun lawan, antara lain dengan dengan mengintroduksikan sistem politik dan sistem pemerintahan Spanyol di negara-negara jajahan;
e. Politik rasialnya didasarkan atas kemungkinan percampuran darah antara orang-orang Spanyol dan penduduk asli (Indian), namun dengan tetap mempertahankan diskriminasi politik, ekonomi dan sosio-kulturalantara orang-orang Kreol (orang-orang Spanyol yang dilahirkan di daerah jajahan),orang-orang Indian, orang-orang Meztizo ( keturunan campuran Indian dan Eropa) dan orang-orang Negro dari Afrika;
f. Politik kebudayaannya didasarkan atas penamaan kesadaran akan tingginya nilai kebudayaan Spanyol dan kebanggaan dalam penggunaan Bahasa Spanyol sebagai bahasa dunia yang kuat fungsinya. Adapun beberapa negara yang dikuasai oleh Spanyol akan dijelaskan sebagai berikut,

1) Meksiko
Meksiko di temukan oleh penjelajah Spanyol yang bernama Hernando Cortez. Ia mendapat tugas dari salah seorang gubernur di Meksiko yaitu Diego de Velasquez. Tanggal 18 November 1519 Cortez berangkat menuju Pantai Timur Meksiko.
Pada tanggal 21 April 1519, Cortez mendarat di Veracruz. Cortez mendapat perlawanan dari suku asli setempat, yaitu Aztec yang pada waktu itu dipimpin oleh Raja Monteczuma II. Seperti penjajah pada umumnya, perlawanan tersebut dapat dipatahkan oleh Cortez dangan strategi memecah belah dan menghancurkan suku-suku asli tersebut.
Penguassaan terhadap Meksiko membawa Cortez menjadi Gubernur Spanyol Baru. Meksiko berubah nama menjadi Nueva Espana atau Spanyol Baru, untuk membedakan dengan Spanyol Lama atau Spanyol Asli. Namun Cortez dikhianati oleh teman-temannya dan dia kembali ke Spanyol Lama untuk mempertanggungjawabkan tindakannya. Cortez merupakan pionir penjajahan Spanyol atas Meksiko selama tiga abad berikutnya.

2) Peru
Peru ditemukan oleh Francisco Pizarro. Ia juga menemukan Karibia (1509), Panama (1510) dan orang pertama yang menemukan wilayah-wilayah di Pasifik (1513). Pada ekspedisi pertama, Pizzaro gagal menyusuri Pantai Barat Amerika Selatan.
Untuk ekspedisi kedua pada tahun 1526, ia membawa serta seorang pendeta yaitu Hernando de Luque dan walikota Panama, Gaspar de Espinosa. Penjelajahan tersebut membuahkan pengetahuan Pizzaro akan kekayaan suku Inca dan informasi tersebut dilaporkan kepada Raja Charles V. Penemuan tersebut mengangkat Pizzaro sebagai bangsawan Spanyol.
Ekspedisi ketiga pada tahun 1532 mempertemukan Pizzaro dengan Raja Inca yaitu Atahualpa yang sedang bersitegang dengan saudaranya, Huascar. Perselisihan tersebut dimanfaatkan oleh Pizzaro untuk meraup keuntungan. Ia menawan Atahualpa. Pizzaro melepaskan Atahualpa asalkan memberinya ruangan yang diisi dengan emas. Malangnya, Atahualpa tidak dibebaskan melainkan dihukum mati setelah mengisi ruangan dengan emas. Kemudian Pizzaro membangun kota-kota di Lima Trujillo dan Guayaquil dalam tahun 1535.

3) Colombia
Colombia pertama kali di temukan oleh Gonzalo Jimenez de Quesada. Quesada dibantu dengan 6 buah kapal, 600 pasukan infanteri, 200 pelaut, dan 100 ekor kuda.bersama para awak kapalnya, Quesada menjelajahi Sungai Magdalena dan mendaki pegunungan di Colombia Tengah. Selain tu terdapat pula perlawanan dari suku Indian Chibcha. Namun karena suku Indian Chibcha juga saling berperang, dapat dengan mudah dipukul mundur.
Quesada membangun kota Santa Fe de Bogota pada 6 Agustus 1538. Keberhasilannya di Colombia menghasilkan hadiah dari Raja Spanyol. Namun oleh rekan-rekannya, dia dikhianati dan dituduh telah menganiaya suku Indian Chibcha. Oleh karena tuduhan tersebut Quesada diasingkan. Namun pada tahun 1549 dia diangkat menjadi pejabat di Colombia. Pada tahun 1569 ia terlibat pertempuran dengan suku-suku Indian ketika melakukan sebuah ekspedisi. Pada tahun 1579, Quesada meninggal.

4) Chili
Penguasaan atas Chili dimulai ketika penjelajah Pedro de Valdivia mengambil alih tugas Almagro yang menguasai daerah Chili. Pedro memasuki wilayah Chili dengan menghadapi serangan suku Indian Araucania. Pedro sendiri berhasil mendirikan kota Santiago (12 Februari 1541), La Serena, Valparaiso (September 1544), Concepcion (Januari 1550), Imperial (1551) dan Valvidia (1552).
Pada akhirnya Pedro tewas pada perlawanan suku-suku Indian yang dipimpin oleh dua orang pendekar, yaitu Caupolican dan Lautaro (31 Desember 1553).

B. Portugis
Pada dasarnya politik penjajahan Portugis serupa dengan Spanyol, baik secara politik, sosial dan perekonomian. Bahkan sebenarnya Portugis yang lebih dahulu mengeksplorasi daerah-daerah baru. Portugis telah menemukan daerah-daerah baru di Afrika sejak tahun 1400. Sebagai contoh, Bartolomeus Dias menemukan Tanjung Harapan pada tahun 1487, dan Vasco da Gama mengelilingi Afrika demi mencapai India pada tahun 1497-1499.
Pada dasarnya Portugis kurang tertarik pada Amerika Selatan. setelah 1520 terdapat ekspedisi lain. Palam kurun 1526 Diogo Garcia mendarat sekitar Santa Catarina. Kolonialisasi besar-besaran timbul pada tahun 1530 yang dipimpin oleh Martim Alfonso de Sousa ( Mukmin, 1981: 24).
Penguasaan Portugis atas Brasil bermula ketika Pedro Alvares Cabral hendak berlayar ke India dan kemudian terdampar di Bahia (1500). Kemudian Cabral mengklaim Brasil sebagai wilayah Portugis.
Portugis benar-benar tertarik pada Brasil karena
1. menyadari bahwa keuntungan perdagangan di India sudah tidak memadai untuk menanggung biaya kerajaan yang relatif boros. Pada tahun 1532 didirikanlah pemukiman Portugis yang bersifat permanen di Sao Vicente yang menandakan Portugis mulai serius ingin menguasai Brasil.
2. Brasil memiliki bahan tambang berupa emas dan kayu celup yang sangat laku di pasaran Eropa
3. dengan kekayaan alam tersebut, bangsa Eropa lain seperti Perancis dan Spanyol menunjukkan minatnya menguasai Brasil. Untuk itu Portugis secepatnya mengikat Brasil sebagai miliknya.
Untuk mengkonsolidasikan dan memperkuat kendali Portugis atas Brasil, pada tahun 1553 Raja John III membentuk 12 sistem kerajaan kecil meskipun hanya Pernambuco dan Sao Vicente yang benar-benar menguntungkan (Grolier, 1989: 243).
Koloni Brasil sempat dikuasai Spanyol antara tahun 1580-1640. Pada saat itu Raja Philip II dari Spanyol berhasil merebut singgasana Portugis dan menguasai seluruh semenanjung Iberia. Raja Spanyol juga menguasai daerah jajahan Portugis di Afrika, Asia dan Amerika (Grolier, 1989: 234).
Antara Portugis dan Spanyol kemudian terjadi perjanjian Tordesillas (7 Juni 1494), yang membagi daerah kekuasaan mereka menjadi dua bagian dengan satu garis demarkasi yang berawal dari garis meridian 370 sebelah Barat Kepulauan Cape Varde. Pada Perjanjian Zaragoza (22 April 1529) garis demarkasi diperluas hingga ke Samudera Pasifik, sehingga Portugis memperoleh Filipina namun kemudian ditukar dengan Spanyol dengan ganti daerah Amerika Latin, yakni Brasil yang berada di sebelah barat demarkasi Tordesillas.

C. Nilai- Nilai Universal
Dalam penemuan dan penguasaan bangsa Eropa di Amerika Latin terdapat nilai-nilai penting yang patut diketahui, antara lain:
a) Semangat dan keberanian para penjelajah mengarungi lautan unuk menemukan daerah baru. Hal tersebut mengajarkan kita agar selalu kreatifdan tertantang untuk menemukan hal-hal baru.
b) Kecintaan bangsa asli Amerika pada bangsanya terutama mempertahankannya dari penjajah.
c) Semangat persatuan yang harus selalu dijaga agar tidak mudah kuasai dan dipecah belah pihak asing.

DAFTAR PUSTAKA

Mukmin, Hidayat.1981. Pergolakan Di Amerika Latin Dalam Dasawarsa Ini. Jakarta: Ghalia.
Negara Dan Bangsa. 1989. Jakarta Grolier Internasional.
Internet : http://www.wikipedia.com

About artantio

saya hanya manusia biasa yang gemar menulis... ^^

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: