//
you're reading...
Sejarah Australia dan Ocenia

hubungan antara Australia-Indonesia pada masa awal kemerdekaan


Hubungan yang terjadi antar negara biasanya didasari oleh berbagai
kepentingan dari masing-masing negara yang bersangkutan, begitu juga
hubungan Australia dengan Indonesia terutama pada awal kemerdekan. Faktor-faktor yang mendorong hubungan Australia dengan Indonesia yaitu letak geografis, kepentingan politik, kepentingan pertahanan dan keamanan , dan kepentingan ekonomi.
Dalam hal ini Hubungan yang terjalin antar Australia dan Indonesia ini merupakan suatu wujud dari keadaan global pada masa itu. Sebagai bagian dari Dewan keamanan Australia dituntut ntuk dapat turut campur dalam masalah di Indonesia antara pribumi dan Belanda (beserta Inggris). Ada beberapa hal yang kemudian dapat dikatakan sebagi penghambat atau persoalan yang dihadapi Indonesia dan Australia dalam menjalin Hubungan ini. Dalam hubungan antara ke dua Negara tersebut memunculkan berbagai dampak bagi kedua belah pihak, baik positif maupun negatif.

@. Dampak Hubungan Australia – Indonesia Pada Awal Kemerdekaan
Indonesia adalah tetangga Australia yang terdekat. Hubungan antara kedua negara ini mempunyai sejarah yang panjang. Persamaan antara hewan dan tanaman yang ada di Australia, Irian Jaya, Nusa Tenggara dan Sulawesi merupakan bukti adanya hubungan tersebut. Juga terdapat hubungan sosial dan budaya. Cerita mengenai hubungan ini sudah lama dimulai dalam sejarah manusia. Namun sulit untuk mengatakan kapan tepatnya hubungan antara Australia-Indonesia itu dimulai.
Dalam hubungan antara ke dua Negara tersebut memunculkan berbagai dampak bagi kedua belah pihak, baik positif maupun negatif. Dampak hubungan antara Australia-Indonesia pada awal kemerdekaan antara lain:
1. Dalam bidang politik
Indonesia mendapat dukungan dari partai yang ada di Australia, yaitu Partai Buruh dan Partai Oposisi (Liberal dan Country) mengenai pertikaian antara Belanda-Indonesia. Kedua partai tersebut menginginkan adanya kompromi antara Belanda dengan Indonesia. Namun dukungan dari kedua partai tersebut tidak bulat dan tidak sejalan, karena Partai Buruh menginginkan Belanda harus lebih liberal dan realistis dalam menyesuaikan tuntutan absah rakyat Indonesia.
Pada prisnsipnya, Partai Buruh tidak ingin menjadi partai yang mendukung kolonialisme yang bersifat menindas atau menekan Komunisme di Asia Tenggara. Dengan menerima, mengakrabi dan mendukung nasionalisme Indonesia, Partai Buruh percaya bahwa sikap ini bisa melindungi keamanan Australia dan membantu stabilitas kawasan Asia Tenggara.
Usaha-usaha Pemerintah Belanda untuk meneguhkan kembali kendali kolonialnya di Indonesia di antara tahun 1945 dan 1949 benar-benar dihalangi oleh Serikat Buruh dan oleh Pemerintah Australia yang waktu itu dikuasai Partai Buruh. Kapal-kapal Belanda tidak diberi bahan bakar, dan para pekerja pelabuhan tidak mau menaikkan muatan bahan persediaan ke atas kapal Belanda.
Australia membantu para pejuang nasionalis Indonesia dalam perjuangan mereka mencapai kemerdekaan. Pada tahun 1947, Indonesia meminta Australia untuk mewakili Indonesia dalam Komisi Tiga Negara yang diusahakan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Australia mewakili Indonesia dalam perundingan-perundingan yang menuju ke pengakuan Belanda terhadap Indonesia pada tahun 1949. Australia juga mensponsori masuknya Indonesia ke PBB pada tahun 1950.
2. Dalam bidang sosial
Para tawanan ini berhasil menyampaikan surat kepada seorang Australia pekerja pelabuhan dan kemudian juga kepada seorang pegawai kereta api. Surat-surat ini berisi penjelasan mengenai maksud Belanda tersebut di atas dan mereka meminta bantuan kepada masyarakat Australia. Tanggapan terhadap surat ini cepat dan kuat. Serikat Buruh Australia melakukan kampanye secara bersemangat dan berhasil membebaskan para tawanan ini. Ketika terjadi kampanye di Australia yang semakin gencar, dari hal tersebut terlihat bahwa keadaan sosial di Australiapun dapat dikatakan tidak kondusif.
Australia pernah membantu orang-orang Indonesia yang terdampar di Australia akibat Perang Dunia, untuk mengatur pemberian dukungan bagi negaranya. Sesudah Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, semakin bersemangatlah kampanye yang dilakukan oleh Serikat Buruh di Australia. Serikat Buruh tersebut menekan Pemerintah Australia agar mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Australia merupakan salah satu dari negara-negara yang pertama mengakui hak Indonesia untuk merdeka

Dafpus:

Hilman Adil. 1993. Hubungan Australia Dengan Indonesia 1945-1962. Jakarta: Djambatan.
Martin O’Hare and Anthony Reid. 1995. Australia dan Perjuangan Kemerdekaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Margaret George. 1986. Australia dan Revolusi Indonesia. Jakarta: Pantja Simpati.
Siboro. 1989. Sejarah Australia. Jakarta: Depdikbud
http://www.dfat.gov.au/aii/publications/bab11/index.html

About artantio

saya hanya manusia biasa yang gemar menulis... ^^

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: