//
archives

Archive for

Kayu Tanam dan Taman Siswa

7:59 PM PENDIDIKAN TAMAN SISWA   Tokoh Pendiri Taman Siswa   Taman Siswa didirikan pada tanggal 3 Juli 1922 oleh Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara merupakan putera dari KPH Suryaningrat dan cucu dari Pakualam III. Nama kecilnya adalah R. M. Suwardi Suryaningrat, pada usia 39 tahun, ia berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Kelahiran … Baca lebih lanjut

Cultuurstelsel (Tanam Paksa)

Cultuurstelsel (harafiah: Sistem Kultivasi atau secara kurang tepat diterjemahkan sebagaiSistem Budaya) yang oleh sejarawan Indonesia disebut sebagai Sistem Tanam Paksa, adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pada tahun 1830 yang mewajibkan setiap desa menyisihkan sebagian tanahnya (20%) untuk ditanami komoditi ekspor, khususnya kopi, tebu, dan tarum (nila). Hasil tanaman ini akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah dipastikan dan hasil panen … Baca lebih lanjut

PENDIDIKAN AWAL KEMERDEKAAN DAN ORDE LAMA

2.1 Perkembangan Pendidikan Pada Masa Awal Kemerdekaan Segera setelah kemerdekaan, para pemimpin Indonesia menjadikan pendidikan sebagai hak setiap warga negara, mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi tujuan nasional. Dicanangkanlah bahwa dalam 10 tahun ke depan pada waktu itu seluruh anak Indonesia harus bisa menikmati sekolah. Oleh karena itu dilakukan berbagai pembenahan seperti penambahan jumlah pengajar, pembangunan gedung … Baca lebih lanjut

AKULTURASI DAN INKULTURASI

Asal-Usul dan Arti Istilah Walaupun kata “inculturatio” tidak terdapat dalam bahasa Latin klasik, jelaslah istilah tersebut berasal-usul dari bahasa Latin. Dibentuk dari kata depan in (menunjukkan di mana sesuatu ada/berlangsung: di(dalam), di(atas) atau menunjukkan ke mana sesuatu bergerak: ke, ke arah, ke dalam, ke atas); dan kata kerja colo, colere, colui, cultum (= menanami, mengolah, … Baca lebih lanjut

Politik Ekonomi Liberal

politik ekonomi liberal kolonial dilandasi oleh beberapa undang-undang antara lain.   1. Indische Comptabiliteitswet tahun 1867 (UU perbendaharaan Hindia Belanda) yang menyatakan bahwa anggaran belanja Hindia Belanda harus ditetapkan dengan Undang-Undang, jadi dengan persetujuan Parlemen Belanda. 2. Suikerwet 1870 (UU gula) berisi ketetapan bahwa tanaman tebu sebagai tanaman monopoli pemerintah berangsung-angsur akan dihilangkan sehingga di … Baca lebih lanjut

Iklan

Meta